GUNUNG PUTRI – Hari ini, Minggu, 12 April 2026 menjadi hari yang penuh berkat dan sukacita. Seluruh umat Katolik merayakan Minggu Paskah II yang bertepatan dengan Minggu Kerahiman Ilahi. Perayaan ini dirayakan tepat satu minggu setelah Hari Raya Paskah. Kita diajak untuk merenungi kasih Allah yang jauh lebih dahulu bahkan sebelum kita mengerti. Kerahiman Tuhan tidak mengenal batas apapun. Seperti biasanya, Perayaan Ekaristi hari ini dipimpin oleh RD. Yulius Eko Priyambodo yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna rohani.
Hari ini, kita juga diajak untuk kembali memahami bahwa kasih dan kerahiman Allah begitu besar kepada kita, umat manusia. Melalui kebangkitan Yesus Kristus, umat diajak untuk percaya bahwa Allah selalu membuka pintu pengampunan bagi siapa saja yang datang dengan hati yang tulus. Kerahiman Ilahi menjadi sumber harapan, penghiburan, dan kekuatan bagi umat beriman dalam menjalani kehidupan.



Secara khusus, perayaan misa hari ini juga diikuti dengan penerimaan sakramen baptis bayi yang menjadi salah satu bentuk nyata kerahiman tersebut. Sebanyak empat bayi menerima sakramen baptis sebagai tanda awal kehidupan iman mereka dalam Gereja Katolik. Baptisan merupakan pintu gerbang menuju kehidupan sebagai anak-anak Allah. Hal ini juga menjadi simbol bahwa setiap manusia diterima dan dicintai oleh-Nya jauh sebelum mereka mengenal arti baptis yang sebenarnya.
Dalam homilinya, Pastor Eko menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak yang dibaptis menjadi tanda nyata bahwa kasih Allah terus bekerja dalam kehidupan umat. Seperti para murid yang awalnya ragu yang kemudian percaya, umat diajak untuk memiliki iman yang teguh dan tidak takut untuk berserah kepada Tuhan.



Misa Minggu Kerahiman Ilahi ini menjadi momen yang penuh rahmat, tidak hanya bagi keluarga yang anak-anaknya dibaptis, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Dengan hati yang diperbarui, umat diutus untuk menjadi pembawa kasih dan kerahiman Allah di tengah dunia.
(Artikel oleh Komsos Vincentius – Putri. Editor: Mafa)



