Pembekalan Pengurus DPP dan DKP St. Vincentius Gunung Putri

Stasi St. Vincentius yang sebentar lagi akan menjadi Paroki mengadakan pembekalan kepada para calon pengurus DPP, DKP, dan lingkungan agar pengurus gereja mengetahui tugas, kewajiban serta tanggungjawabnya. Selain itu, pengurus juga bisa memahami aturan dan kebiasaan di gereja Katolik.

Minggu, 16 Januari 2022 pembekalan diberikan oleh RD. Yohanes Driyanto, yang dimoderatori oleh Pak Sabinus dan dihadiri sebanyak 270 peserta terdiri dari calon pengurus DPP, DKP, dan pengurus lingkungan. RD Alexander Ardhiyoga dan RD Marselinus Wahyu juga turut hadir dalam pembekalan hari ini. Sebelum pemberian materi oleh Romo Dri, Pak Sabinus memaparkan empat lingkungan yang baru dimekarkan, yaitu Lingkungan St. Maria Magdalena pemekaran dari Lingkungan St. Fransiska, Lingkungan St. Carolus Borromeus pemekaran dari Lingkungan St. Christoporus, Lingkungan St. Katarina Laboure pemekaran dari Lingkungan St. Leonardus, dan Lingkungan St. Brigitta pemekaran dari Lingkungan St. Petrus Kanisius.

RD. Yohanes Driyanto memberikan pembekalan kepada calon Pengurus Dewan Pastoral dan Dewan Keuangan Paroki, serta para pengurus Lingkungan (Foto: Komsos)

Pada awal pembekalan, Romo Dri menjelaskan bahwa “Gereja itu Ekklesia dan Kyriake.” Ekklesia yang berarti orang-orang terpilih sedangkan Kyriake berarti umat milik Allah. Selain itu, beliau menjelaskan mengenai tugas-tugas calon DPP, DKP, serta pengurus lingkungan. Peserta juga diberi wawasan baru mengenai “Kekhasan Katolik” yaitu:

  • Credo (Aku percaya) Adalah percaya kepada Allah, orang kudus, dan kebangkitan kekal.
  • Tujuh sakramen, yaitu Sakramen Baptis, Sakramen Ekaristi, Sakramen Penguatan (Krisma), Sakramen Tobat, Sakramen Perkawinan, Sakramen Perminyakan, dan Sakramen Tahbisan.
  • Tri Munera Christi (tiga tugas Kristus) yaitu menjadi imam (pengudusan), menjadi raja (mengoordinir dan memimpin) menjadi Nabi (pengajaran).

Paus Fransiskus berkata, “Hai orang-orang muda kamu itu bukan gereja di masa depan, tetapi kamu adalah gereja yang sekarang.” Yang artinya sudah saatnya bagi anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan menggereja.  

Romo Dri menyampaikan bahwa semua komisi yang terbentuk di Keuskupan Bogor menjadi acuan dalam membentuk komisi di paroki-paroki. Beliau juga menegaskan bahwa menjadi pengurus bukan hanya harus baik, siap membantu, dan bermaksud baik, tetapi harus siap menjadi critical, creative, collaborative, communicative, dan ready to fight (kritis, kreatif, kolaborasi dan siap untuk berjuang).

“Tuhan memanggil kita bukan karna kita mampu, tetapi Tuhan yang akan menyempurnakan.”

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *