49 Peserta Terima Sakramen Penguatan, Siap Bertumbuh dalam Iman

GUNUNG PUTRI — Sebelas Oktober 2026, Paroki Santo Vincentius A Paulo Kembali mengadakan penerimaan sakramen penguatan kepada 49 peserta yang terdiri dari remaja usia SMP hingga dewasa. Pelajaran dimulai sejak awal bulan Juli hingga September yang ditutup dengan kegiatan rekoleksi dan pengakuan dosa. Ada beberapa aturan yang disepakati bersama oleh peserta dan pengajar/katekis sebelum kegiatan pembelajaran di mulai yang berkaitan dengan kehadiran yang dapat mempengaruhi apakah peserta dapat melanjutkan atau terhenti di tengah pembelajaran dan mengulang tahun depan agar lebih dapat dipersiapkan lagi. Puji Tuhan, dari awal 55 peserta, sebanyak 49 peserta bertahan dalam pembelajaran. Mereka dapat mengikuti dan menyimak apa yang diajarkan dengan baik.

Tujuan dari kegiatan ini tentu saja untuk menguatkan iman seseorang agar semakin dewasa, bertumbuh dalam kehidupan rohani dengan semakin berani menjadi saksi Kristus. Dalam sakramen ini, peserta juga diharapkan dapat menjadi umat Katolik yang lebih dewasa dan dapat bertanggung jawab atas iman yang dimiliki, dapat mengambil bagian dalam tugas gereja, dan dapat menjadi saksi Kristus dengan berani menunjukkan nilai jujur, kebaikan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Penerimaan sakramen krisma ini dimulai pukul 08.00 – 10.30 WIB dan dilanjutkan dengan ramah tamah oleh peserta serta panitia dari hingga pukul 13.00.

Sambutan di dalam gereja disampaikan oleh Bapak Uskup, Mgr. Christoporus Tri Harsono dan ketua panitia. Menurut saya, selama prosesi penerimaan berlangsung dengan sangat baik. Peserta dapat fokus dan mengikuti misa dengan lancar. Bapak Uskup dibantu Pastor Eko serta Diakon Theo memberikan sakramen penerimaan secara singkat dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Kesan yang saya rasakan selama prosesi penerimaan sakramen bagi para peserta adalah bangga dan bersukacita. Hal ini karena para peserta dapat hadir secara utuh menjadi anggota Katolik yang pastinya akan semakin bertumbuh dan meyakini Kristus sebagai Juru Selamat. Kesabaran mereka melewati tahap demi tahap kegiatan berbuah hasil yang baik dengan penerimaan sakramen ini. Menurut saya, umat yang lain pun pasti bersukacita marena penerimaan ini bukan hanya berdampak bagi kehidupan iman peserta pribadi, melainkan juga untuk bertumbuhnya Gereja di masa depan. Umat juga cukup sabar selama penerimaan ini walau memakan waktu yang lebih lama dari misa biasa.

Setelah perayaan ekaristi usai, kegiatan ramah tamah dilaksanakan di depan gereja. Dimulai dengan beberapa sambutan dari Bapak Uskup dan ditutup oleh Diakon Theo. Beberapa gerak-lagu dari anak-anak TSOM dan SEKAMI serta perwakilan dari peserta penerima sakramen krisma turut memeriahkan kegiatan ini. Banyak tawa yang terlihat dalam momen ini yang muncul marena rasa bahagia bercampur syukur.

Harapan pasti akan muncul. Semoga peserta yang baru akan berdatangan untuk semakin mengimani Yesus dan turut serta dalam kegiatan gereja di bidang apapun karena gereja tidak dapat berdiri sendiri. Semoga tunas yang baru akan membawa gereja lebih baik lagi.

(Artikel oleh Fransisca Desy, Sub-bidang Sakramen Penguatan. Editor dan dokumentasi oleh Komsos Vincentius – Mafa, Tian, Dinan)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *