Seminar Green Flag dan Red Flag dalam Pergaulan: Dampak Pergaulan bagi Iman dan Kesehatan

GUNUNG PUTRI — Mitra Perempuan bekerjasama dengan Panitia Vincentius Day 2026 dan Bidang Pendampingan Hidup menyelenggarakan seminar bertajuk “Green Flag & Red Flag dalam Pergaulan” pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan ini sungguh menarik karena menghadirkan narasumber, yaitu RD. Albertus Adiwenanto Widyasworo, seorang imam dari Paroki St. Stanislaus Kotska sekaligus dokter di St. Carolus Salemba Jakarta yang memiliki pengalaman dalam menangani pasien dengan HIV. Seminar ini dibuka secara umum dan diikuti oleh segenap umat paroki maupun luar paroki, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) hingga orang tua.

Pastor Wenan mula-mula menampilkan beberapa fenomena yang sering ditemuinya pada kalangan anak muda jaman sekarang. Beliau menjelaskan adanya beberapa tantangan perkembangan zaman yang semakin membuat pergaulan anak muda menjadi red flag.

Pada kesempatan ini, Pastor Wenan mengajak para peserta untuk memahami bahwa kualitas sebuah relasi tidak hanya dipengaruhi oleh perasaan, tetapi juga oleh kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan mengambil keputusan. Beliau menjelaskan mengenai sistem limbik, termasuk amigdala yang berkaitan dengan respons emosi (marah, takut, dan cemas) serta korteks prefrontal yang berperan dalam berpikir logis, pengambilan keputusan, dan pengendalian diri.

Tidak hanya itu, Pastor Wenan juga mengajak peserta melihat kisah relasi dalam Kitab Suci, mulai dari Adam dan Hawa hingga Kain dan Habel. Dari kisah-kisah tersebut terlihat bahwa persoalan dalam relasi sudah ada sejak manusia pertama. Relasi dapat menjadi tidak sehat ketika manusia menjauh dari Allah dan tidak lagi menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Pesan tersebut dikaitkan dengan kehidupan kaum muda saat ini bahwa menjadi green flag bukan berarti menjadi seseorang yang sempurna, melainkan mampu menghargai, mengendalikan emosi, serta bertanggung jawab atas keputusan yang dipilih.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing serta tanya jawab. Para peserta, berkesempatan untuk bertanya seputar pergaulan dan pendampingan kaum muda. Salah satu hal yang berkesan adalah ajakan Pastor Wenan untuk senantiasa berdoa kepada santo atau santa pelindung sebagai bagian dari kehidupan iman dan permohonan perlindungan. Beliau juga menegaskan bahwa “Relasi akan menjadi toxic ketika Allah tidak menjadi pusatnya.” Hal tersebut juga mengingatkan bahwa di usia berapapun, apabila sebuah hubungan tidak menyertakan Tuhan lama kelamaan akan menjadi toxic atau red flag.

Salah seorang OMK Vincentius mengungkapkan bahwa dirinya disadarkan bahwa menjadi seseorang yang ‘green flag’ sangat diperlukan karena anak muda adalah masa drpan gereja. Oleh karena itu, sebagai umat Katolik mulai dari anak-anak, OMK, hingga orang tua sebaiknya dapat menjadi sosok green flag di lingkungan masyarakat maupun gereja. Kegiatan seminar ini ditutup dengan iringan gitar dan nyanyian yang dilanjutkan doa penutup.

(Artikel dan dokumentasi oleh Komsos Vincentius – Mafa. Informasi: Mery, Bien, Dinan)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *