Roh Kudus Menguatkan dan Mengutus Umat Beriman

GUNUNG PUTRI – Dalam rangka Hari Raya Pentakosta yang dirayakan pada Sabtu dan Minggu, 23-24 Mei 2026, umat Katolik memperingati turunnya Roh Kudus atas para rasul. Roh Kudus datang sebagai Roh yang menciptakan dan menghidupkan. Perayaan Pentakosta sendiri dirayakan 50 hari setelah Hari Raya Paskah.

Melalui bacaan Injil hari ini, umat diajak untuk semakin beriman kepada Yesus, semakin berani bersaksi, mengajak orang bertobat, dan mengembangkan solidaritas kasih kepada sesama. Dalam homilinya, RD. Yulius Eko Priyambodo menyampaikan tiga pesan utama Yesus kepada para murid. Pesan pertama adalah, “Damai bagi kamu.” Yesus selalu hadir memberikan kedamaian dan mengubah ketakutan menjadi keberanian. Allah hadir di saat manusia merasa takut dan lemah. Melalui doa novena maupun Perayaan Pentakosta, umat diajak untuk memohon agar damai Tuhan tinggal dalam hati dan menguatkan di setiap langkah kehidupan.

Pesan kedua, “Aku mengutus kamu.” Umat yang telah dibekali Roh Kudus dipanggil menjadi saksi Kristus sekaligus menjadi pribadi yang menghadirkan kebaikan bagi sesama dan semesta. Roh Kudus mengajarkan kehendak baik, ketulusan, dan kebaikan yang diwujudkan dalam keluarga, sekolah, maupun kehidupan sehari-hari. Menjadi saksi Kristus bukan sekadar menunjukkan eksistensi diri, melainkan sungguh menghadirkan kasih Allah dalam tindakan nyata. Pesan ketiga adalah, “Terimalah Roh Kudus.” Roh Kudus hadir sebagai roh pemersatu. Dalam peristiwa Pentakosta, para rasul dapat dimengerti oleh berbagai bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda. Berkat pencurahan Roh Kudus pula, para rasul diberikan kuasa untuk mengampuni dosa.

Dalam homili, umat juga diingatkan mengenai makna novena. Kata novena berasal dari kata novem yang berarti sembilan. Tradisi doa selama sembilan hari berturut-turut, seperti Novena Roh Kudus, Novena Rosario, maupun Novena Tiga Salam Maria, menjadi bentuk ketekunan umat dalam mempersiapkan hati menerima rahmat Tuhan.

Tujuh karunia Roh Kudus juga telah ada dalam diri setiap orang beriman sebagai bekal untuk hidup dalam damai, menjadi saksi Kristus, membawa pembaruan, dan menjadi pemersatu bagi sesama.

Melalui Perayaan Pentakosta ini, umat diajak untuk menjadi saksi Kristus yang memiliki kehendak baik, ketulusan, dan kasih bagi semua orang.

(Artikel dan Dokumentasi oleh Komsos Vincentius – Agnes dan Edo)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *