GUNUNG PUTRI – DPP, DKP dan Seksi Liturgi Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri mengadakan Pelatihan Merangkai Bunga Gereja pada Sabtu, 23 Mei 2026 di dalam Gereja Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari perwakilan lingkungan.



Belajar dari Dasar hingga Praktik Langsung
Acara dibuka dengan doa dan sambutan dari Pastor Paroki, RD. Yulius Eko Priyambodo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pelayanan merangkai bunga adalah bentuk persembahan tersembunyi yang memperindah rumah Tuhan. Pelatihan ini bertujuan membekali umat dengan keterampilan merangkai bunga yang sesuai dengan kaidah liturgi Katolik. Bunga di altar bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari perayaan iman yang membantu umat mengarahkan hati kepada Tuhan.
Materi dan instruktur praktik merangkai bunga diberikan oleh Ibu Olvie Sela, Ibu Melania Yarmiati, Ibu Lilis Sulistyowati, Ibu Endang Hartati, dan Ibu Christina Retna dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Kota Wisata. Peserta diajak memahami tiga hal utama:
- Makna simbolis bunga dan warna dalam kalender liturgi,
- Teknik dasar memilih bunga, daun, dan wadah yang sesuai,
- Praktik langsung membuat rangkaian untuk altar, ambo, patung dan tabernakel.
Suasana pelatihan berlangsung aktif. Peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu tampak antusias mempraktikkan teknik-teknik, pengikatan, dan penempatan bunga agar rapi dan tahan lama.



Melayani dengan Keindahan
Sambutan oleh Ketua sie. Dekorasi PSVGP, Ibu Lucia Baltasar, dan Ketua sie. Liturgi, Bapak Agustinus Suryanto, mengatakan hal yang sama, yaitu kegiatan ini diadakan untuk menjawab kebutuhan paroki akan tenaga relawan dekorasi altar yang terlatih.“Kami ingin setiap misa hari Minggu dan hari raya terlihat indah, tetapi tetap sederhana dan sesuai liturgi. Harapannya, ilmu ini bisa dibawa kembali ke wilayah masing-masing,”ujarnya.
Salah satu peserta, mengatakan mendapat wawasan baru. “Ternyata merangkai bunga untuk gereja ada aturannya. Tidak boleh berlebihan, harus menonjolkan kesakralan altar. Ini jadi bentuk pelayanan baru buat saya,”katanya.
Kegiatan ini berakhir pada pukul dua siang yang ditutup dengan doa bersama, foto hasil karya peserta, dan penyerahan tali kasih pada tim dari paroki MBSB. Hasil rangkaian bunga yang dibuat peserta dipajang di altar untuk misa sore hari itu. Dengan pelatihan ini, Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri berharap semakin banyak umat yang terlibat dalam pelayanan liturgi secara konkret, melalui keindahan yang dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan.


(Artikel by Lucia, Sie. Dekorasi Paroki. Editor: Mafa)



