Ziarah Pengharapan OMK Santa Monika: Sembilan Gereja untuk Satu Misi

Sahabat Vincentius alias SAVIN, tahun 2025 menjadi tahun super special bagi umat Katolik seluruh dunia karena kita merayakan tahun Yubelium. SAVIN tentu tahu maskot tahun Yubelium 2025, kan? Yup,maskotnya adalah kartun Luce sebagai wajah ceria tahun yubelium. Lalu, kenapa sih maskotnya kartun? Itu karena kartun banyak digemari oleh anak-anak dan orang muda. Gereja Katolik ingin menjangkau anak muda atau OMK lewat kehadiran Luce, sang maskot yubelium.

OMK Lingkungan St. Monika antusias sekali menanggapi ajakan Paus Fransiskus ketika pintu suci (porta sancta) basilica Santo Petrus dibuka. Senin, 12 Mei 2025 OMK St. Monika berhasil menyelesaikan misi ziarah porta sancta ke gereja-gereja yang ada di Keuskupan Agung Jakarta sebagai simbol rahmat pengampunan. Yuk, kita intip keseruan ziarah porta sancta anak muda St. Monika!

Kita mulai dari Gereja Santa Perawan Maria Ratu, Blok Q. Pagi-pagi benar kita sudah sampai di blok Q Jakarta Selatan. Untuk pertama kalinya, kami memulai ziarah perdana dengan panduan dari pihak gereja Perawan Maria Ratu. Jujur nih sobat Vincentius, kami sebenarnya belum paham betul cara yang tepat untuk memulai ziarah ini. Dengan bermodalkan searching di Google dan YouTube, kami sampai di blok Q. Kami disambut hangat oleh pemandu porta santa yang menjelaskan secara detail bagaimana cara melewati pintu porta sancta, doa apa yang harus diucapkan, dan apa yang akan kami lakukan di dalam gereja. Semua itu dipandu bahkan sudah disiapkan buku doa yubelium di dalam gereja. Jadi, jangan takut ya, guys! It’s not hard than we thought, ya!

Kita lanjut ke Gereja Kristus Raja, Paroki Pejompongan, Jakarta Pusat. Sebelum kami masuk, tidak lupa kami meminta cap passport ziarah yubelium ke panita di gereja yang kami singgahi. Ziarah kedua ini kami terpesona dengan altar gerejanya yang super duper antik. Salib dan altarnya penuh pahatan kayu dan lantainya banyak ukiran daun palma. Wow.. kami terpesona dengan keajaiban Tuhan Maha Agung. Oh, ya, dengan ziarah ini kami tidak hanya melaukan ziarah pengharapan, namun kami juga bisa melihat aneka gereja dengan segala ciri khasnya. Pengalaman mengunjungi gereja sambil berziarah dibungkus sepaket di tahun yubelium.

Gereja Santo Ignatius Loyola, Menteng.Singkat saja, kami melanjutkan ziarah porta sancta ketiga di gereja St. Ignatius Loyola. Jadi, antar gereja satu dengan yang lain kami melakukan tahap yang sama, yakni: mulai berdoa di depan pintu porta sancta dan mengetuk pintu tersebut sebanyak tiga kali. Lalu, kami memasuki gereja, berdoa bersama tahun yubelium dilanjutkan dengan intensi bapa Paus, dan ditutup dengan doa Bapa Kami, 3x salam Maria, dan kemuliaan. Satu hal yang perlu diingat nih, jangan pernah keluar gereja dari pintu masuk porta sancta, ya! Jangan sampai melakukan hal ini karena ketika sobat memasuki pintu masuk porta sancta, artinya sobat baru saja menerima Rahmat. Kalau sobat keluar dari pintu porta sancta lagi, artinya sobat melepas Rahmat itu.

Gereja Santa Maria Menteng, Jakarta Pusat. Tahapnya masih sama ya, sobat. Begitu sampai depan gereja, jangan lupa cap passport dulu biar sah dan dilanjutkan dengan berdoa. Setiap kali kami memasuki pintu porta sancta, kami bergilir siapa yang akan mimpin doa dari masuk sampai selesai. Tentunya, kami saling berbagi tugas.

Katedral Jakarta. Kebetulan, kami melakukan ziarah ini pada hari libur, sobat. Dari keempat gereja yang sudah kami lalui, kami terkejut ketika tiba di Katedral Jakarta. Lautan umat Katolik penuh membanjiri area Katedral dan antrian yang amat teramat panjang saat memasuki porta sancta. Pemandu katedral bahkan ada di setiap titik antrian umat agar tidak terjadi kekacauan. Ini adalah lokasi paling ramai para peziarah yubelium. Ada juga warga negara asing yang turut antri di sini. Kebayang kan padatnya? Jangan dibayangin deh, ya, lebih baik sobat langsung ziarah porta sancta aja ke Katedral Jakarta. Saran dari kami jangan bersungut-sungut selama ziarah, ya.

Gereja Santo Fransiskus Asisi, Tebet. Be a bother for AllYes,ini adalah ciri khas Fransiskus Asisi dan semangat gerejanya. Kami disambut baik saat tiba di gereja. Para panita sudah standby di area depan gereja, ada yang sukarela mengambil foto kami, serta ada yang menawarkan pernak-pernik yubelium, seperti gantungan Luce, kaos, rosario, topi dan aneka makanan. Jadi, kamu bisa bawa hadiah buat teman, keluarga dan pasangan!

Gereja Santo Yohanes Maria Vianney, Cilangkap. Satu kalimat saat pertama kali melihat gereja ini adalah ”Gedungnya seperti bukan gereja ya.” Bagaimana tidak, dari luar saja kami bahkan tidak melihat ada salib di area tersebut. Gedungnya megah sekali sobat sampai satu tim kami bergumam “Seperti gedung konstistusi ya.” Mata kami memandang gereja tersebut sampai merinding. Kami beri sedikit info tentang gereja ajaib ini:

  1. Di atap gereja tidak ada salib, yang ada hanyalah patung domba yang sedang membawa bendera. Nah, gereja ini disebut dengan gereja anak domba.
  2. Di altar tidak ada salib, yang ada hanyalah corpus saja. Ke mana salibnya? Pemandu porta sancta menjelaskan bahwa Yesus sudah bangkit namun masih menderita menanggung dosa kita. Corpusnya juga bukan salib biasa, sobat. Bukan pahatan dan bukan kayu, melainkan corpus berbentuk tubuh Yesus yang terbuat dari barang bekas besi, seperti baut, mur, dan besi bekas lainnya yang dibuat menyerupai Yesus. Wow,merinding dan takjub dengan gereja ini. Jujur kita tak bisa berkata-kata saat memasuki area dalam gereja. Perpaduan budaya Eropa dibalut budaya Jawa semakin terpukau.
  3. Setiap jendela ada gambar para kudus dan malaikat, mulai dari gambar St. Yohanaes Maria Vianney, malaikat agung, dan banyak lagi. Kalian wajib sih mampir kesini!
  4. Lubang AC bahkan ada maknanya, 5 roti dan 2 ikan, dan lubang AC-nya berbentuk roti dan diberi patung ikan. Jujur.. ni adalah gereja yang paling indah yang kami temukan selama ziarah porta sancta.

    Memasukki area adat Betawi, Gereja Santo Servatius Kampung Sawah, Bekasi. Yup,dari jauh sudah melihat pemandu porta sancta menggunakan pakaian ala Betawi. Di sini kami juga bersama rombongan dari gereja lain. Kami dijelaskan tentang relikui-relikui dari berbagai potongan tubuh Santo Servatius. Ada relikui mahkota duri Yesus, relikui kerudung bunda Maria. Total ada 98 buah relikui dari Belanda yang terdapat di gereja Santo Servatius. Ajaib bukan? Setelah doa, kami mampir ke goa Maria Fatima yang ada di samping gereja. Cuaca sore sangat bagus bahkan sinar mentari menelisik masuk ke patung bunda Maria Fatima, semakin indah sore itu, sobat. Tiba-tiba kami disambut seorang bapak dan kami diajarkan banyak hal tentang menjadi anak muda Katolik yang taat. Kami bagaikan kuliah singkat sore itu karena 30 menit kami bersama beliau sharing tentang keajaiaban doa Maria, keajaiban saat menderita, dll. Namun, kami harus berpisah karena harus lanjut gereja terakhir, yaitu Jatisampurna.

    Perhentian terakhir, Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka, Kranggan. Sudah lemas, lemah, letih dan lesu dari Jakarta hingga Kranggan, teman-teman OMK St.Monika sudah mulai meredup semangatnya. Eits.. Jangan dulu ya, sob. Ini memang gereja terakhir, tetapi kami tetap menjalankan prosedur porta sancta dengan baik. Kami juga mampir ke goa untuk berdoa pribadi. Hari itu matahari sudah mulai terbenam, sobat.

    Kami menyelesaikan ziarah porta sancta pukul 6 sore dan berakhirlah sudah misi kami melakukan ziarah pengharapan, menjemput Rahmat pengampunan dari gereja ke gereja hingga akhirnya kami mengakhiri perjalanan kami dengan penuh sukacita. We did it! OMK Lingkungan St. Monika yeay!

    (Artikel by Nissa Tumanggor; Dokumentasi by OMK St. Monica)

    Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *