Baptis adalah salah satu momen yang membahagiakan hati dalam kehidupan keluarga. Pun dengan paroki. Hari ini (01/03/26), seorang anak dibawa untuk diperkenalkan kepada Tuhan dan umat-Nya lewat sakramen baptis. Melalui baptisan, ia menjadi bagian dari keluarga Gereja dan resmi memulai perjalanan imannya.
Sebelum sakramen baptis diberikan, kedua orang tua, wali baptis, dan satu orang anak calon baptisan tersebut diberikan rekoleksi pada hari Sabtu, 28 Februari 2025. Rekoleksi ini dilaksanakan di Sekretariat Paroki oleh Seksi Sakramen Baptis Bayi, yaitu Ibu Ferry yang didampingi oleh Ibu Rini. Rekoleksi ini menjadi bekal iman bagi calon baptis, orang tua, dan wali baptis sebelum sakramen baptis dilaksanakan. Makna dari sakramen baptis serta kewajiban orang tua dan wali baptis dalam pendampingan iman anak menjadi bahasan penting dalam rekoleksi ini.



Sakramen baptis diberikan oleh RD. Yulius Eko Priyambodo setelah homili usai. Kedua orang tua, wali baptis, dan calon baptis maju bersama-sama ke depan altar. Walau belum sepenuhnya memahami apa arti baptis, kita percaya bahwa kasih Tuhan sudah hadir sejak ia diciptakan dalam kandungan ibunya. Peran orang terdekat, seperti orang tua dan keluarga adalah yang terpenting karena anak tumbuh dari pendampingan dan teladan mereka. Dengan menyerahkan calon baptis dalam sakramen baptis ini, orang tua mempercayakan anaknya kepada Tuhan untuk bertumbuh dalam iman.
Awal perjalanan panjang bersama Tuhan Yesus baru dimulai hari ini. Selamat kepada baptisan baru! Selamat datang di keluarga besar Gereja! Semoga rahmat dan berkat yang diterima hari ini menjadi awal kekuatan dan berkat selama perjalanan hidup. Kiranya kasih Tuhan selalu memberkati perjalanan iman kini dan selamanya. Amin.
(Artikel dan Dokumentasi oleh Komsos Vincentius – Mafa dan Tian)



