Hari Orang Sakit Sedunia: Kasih Tuhan yang Hadir secara Penuh

Hari Orang Sakit Sedunia diperingati sebagai wujud perhatian gereja kepada mereka yang sakit secara fisik maupun batin. Perayaan ini mengingatkan umat bahwa sakit bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan bagian dari perjalanan iman yang dapat menyatukan manusia dengan penderitaan Kristus.

Perayaan Ekaristi hari ini dilaksanakan dengan penuh rasa syukur, khidmat, dan dipenuhi oleh intensi doa bagi mereka yang sakit. Melalui perayaan ekaristi hati ini, Tuhan ingin mengingatkan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam penderitaan. Ia menolong yang lemah, melalui kasih-Nya lewat uluran tangan pastor. Hari ini, Perayaan Ekaristi memperingati Hari Orang Sakit Sedunia dipimpin oleh RD. Bartolomeus Wahyu Kurniadi.

Puncak perayaan ekaristi ini ditandai dengan pengurapan orang sakit oleh Romo Berto. Satu per satu umat yang sakit maju dengan penuh harapan, sementara keluarga dan umat lainnya ikut mendoakan. Minyak suci dioleskan pada dahi dan tangan sebagai tanda kekuatan dan penyembuhan dari Tuhan. Sungguh, ini merupakan salah satu perayaan yang mengharukan. Rasa haru muncul karena Yesus benar-benar hadir secara ‘penuh’ pada diri kita.

Melalui perayaan ini, gereja seakan ingin menegaskan bahwa sakit bukan akhir dari harapan. Justru dalam kelemahan manusia, kasih karunia Allah hadir melalui sakramen, doa, dan kebersamaan umat. Hari Orang Sakit Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap orang dipanggil menjadi pembawa harapan bagi sesama, tetapi tetap merasakan kasih Tuhan yang selalu hidup. Kiranya minyak yang diurapi pada setiap umat yang sakit dapat menjadi saluran berkat bagi mereka. Tuhan memberkati.

(Artikel dan dokumentasi oleh Komsos Vincentius – Mafa dan Tian)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *