Merayakan Natal Bersama: Iman yang Bertumbuh di Tengah Pembangunan Gereja

Perayaan Natal merupakan momen istimewa bagi umat Katolik untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Suasana penuh sukacita dan penuh damai terasa dalam Perayaan Natal yang dilaksanakan di Paroki St. Vincentiu a Paulo Gunung Putri. Perayaan ini menjadi semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Uskup Keuskupan Sufragan Bogor.

Dalam perayaan Ekaristi juga, Bapak Uskup sebagai selebran didampingi oleh Pastor Paroki RD. Yulius Eko Priyambodo serta dua orang diakon, yaitu Diakon Gerald dan Diakon Theo. Misa berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna, diikuti oleh umat dari berbagai kalangan usia.

Misa Natal dilaksanakan di bangunan gereja yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Meskipun demikian, kondisi tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan dan sukacita Natal. Justru, suasana sederhana di tengah bangunan gereja yang belum sepenuhnya selesai menjadi pengingat akan makna Natal yang sejati, yaitu kesederhanaan dan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya.

Misa berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Dalam homilinya, Bapak Uskup mengajak seluruh umat untuk meneladani kerendahan hati dan kasih Yesus yang lahir di palungan. Beliau juga mengingatkan bahwa Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang menghadirkan kasih dan damai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Bapak Uskup menyampaikan pesan bahwa setelah perayaan Natal ini, umat masih memiliki tugas bersama, yaitu menyempurnakan pembangunan gereja secara fisik. Namun, beliau menegaskan bahwa membangun gedung gereja harus sejalan dengan upaya membangun “gereja kecil” di dalam keluarga masing-masing, melalui kasih, doa, kebersamaan, dan teladan hidup yang baik.

Setelah Misa Natal, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Natal kecil-kecilan bagi anak-anak. Anak-anak dengan penuh sukacita mengikuti berbagai kegiatan seperti menyanyikan lagu-lagu Natal, menari dan bergembira. Kegiatan ini disambut dengan antusias dan keceriaan oleh anak-anak maupun orang tua.

Sebagai penutup, anak-anak menerima bingkisan Natal sebagai ungkapan kasih dan perhatian dari gereja. Perayaan ini menjadi momen yang membahagiakan dan berkesan, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, iman, dan sukacita Natal sejak usia dini.

Perayaan Natal ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi umat untuk merayakan kelahiran Kristus dengan penuh iman dan sukacita. Kehadiran Bapak Uskup serta kebersamaan seluruh umat semakin mempererat persaudaraan dan semangat untuk terus membangun gereja, baik secara fisik maupun rohani, demi kemuliaan Tuhan.

(Artikel dan Foto byKOMSOS Vincentius – Jein, Abe, Jecko,Rio, Anne, dan Andre)

Related Posts

0 thoughts on “Merayakan Natal Bersama: Iman yang Bertumbuh di Tengah Pembangunan Gereja

  1. Amazing blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A theme like yours with a few simple tweeks would really make my blog jump out. Please let me know where you got your design. Appreciate it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *