Misa Pergantian Malam Tahun Baru: Menutup Drama 365, Menyongsong Tahun dengan Syukur, Berbagi, dan Doa

Setelah perayaan Natal yang dilaksanakan di dalam gereja yang masih dalam proses pembangunan, Misa Pergantian Malam Tahun Baru kembali dirayakan di tenda gereja Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri. Misa yang dilaksanakan pada Selasa, 31 Desember, mulai pukul 18.00 WIB ini berlangsung dalam suasana mendung. Namun demikian, cuaca yang teduh tidak menyurutkan semangat umat yang datang dan berkumpul untuk merayakan malam pergantian tahun dalam doa dan ekaristi. Dalam kesederhanaan, umat diajak untuk menghayati makna pergantian tahun, sebagai momen iman untuk bersyukur dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup ke dalam penyelenggaraan Tuhan. Di tengah proses pembangunan gereja secara fisik yang masih berlangsung, perayaan ini menjadi pengingat bahwa gereja sejatinya dibangun dari iman umat yang hidup, saling menopang, dan setia berjalan bersama.

Salah satu tanda yang bermakna dalam perayaan ini tampak pada persembahan yang dibawa oleh keluarga Bapak Djayus menggunakan busana adat Jawa. Persembahan tersebut menjadi simbol sekaligus penegasan bahwa arah pastoral Keuskupan Bogor tahun 2026 difokuskan pada keluarga. Keluarga dipandang sebagai gereja rumah tangga, tempat iman pertama-tama ditanamkan, nilai kasih dihidupi, dan kehidupan kristiani dibentuk. Keterlibatan keluarga dalam perayaan ekaristi ini menegaskan kembali peran sentral keluarga dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Misa Pergantian Malam Tahun Baru ini dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Yulius Eko Priyambodo. Dalam homilinya, Pastor mengajak umat untuk merefleksikan perjalanan hidup selama setahun terakhir sebagai sebuah “drama 365 hari” yang kini telah selesai. Setiap umat memiliki kisahnya masing-masing: hari-hari penuh sukacita dan keberhasilan, tetapi juga masa-masa sulit, kegagalan, dan pergumulan hidup. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan iman yang patut disyukuri. Pastor menegaskan bahwa tidak semua adegan dalam drama kehidupan berjalan sesuai harapan. Namun, di balik setiap peristiwa, Tuhan senantiasa hadir dan setia menyertai umat-Nya. Oleh karena itu, tahun yang telah berlalu tidak untuk disesali, melainkan diserahkan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur dan kepercayaan akan kasih-Nya yang tak pernah berkesudahan.

Memasuki tahun yang baru, Pastor Eko mengajak umat untuk tidak terbebani oleh resolusi yang rumit dan sulit diwujudkan. Sebaliknya, umat diajak menghidupi tiga resolusi sederhana namun mendasar, yakni bersyukur, berbagi, dan berdoa. Bersyukur mengajarkan umat untuk melihat karya Tuhan dalam setiap keadaan. Berbagi menjadi wujud nyata iman yang diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. Sementara itu, berdoa meneguhkan relasi pribadi dengan Tuhan agar setiap langkah hidup senantiasa bersandar pada kehendak-Nya. Menjelang pergantian tahun, suasana perayaan semakin dipenuhi dengan doa dan keheningan. Umat bersama-sama memanjatkan doa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah berlalu serta memohon berkat, perlindungan, dan kebijaksanaan untuk menjalani tahun yang baru. Pergantian tahun dimaknai bukan hanya sebagai akhir dari satu perjalanan, tetapi juga sebagai awal yang baru bersama Tuhan.

Melalui Misa Pergantian Malam Tahun Baru ini, umat Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri diajak untuk melangkah ke tahun yang baru dengan hati yang penuh syukur dan harapan. Dengan keluarga sebagai fokus pastoral dan dengan semangat bersyukur, berbagi, serta berdoa, umat diutus untuk menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, memperdalam kasih, dan menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan sehari-hari.

 (Artikel by Rismawati. Foto by Komsos Vincentius – Rio, Mery, dan Jecko)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *