School Of Missionary Animators (SOMA)

Komisi Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Bogor mengadakan School Of Missionary Animators (SOMA) di Sparks Forest Adventure pada tanggal 15-17 Maret 2024.  Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari pendamping SEKAMI tiap paroki di Keuskupan Bogor. Paroki St. Vincentius Gunung Putri mengirim dua utusan, yaitu Maria Priscila Inanda (SEKAMI Anak) dan Francisa Harumning Tyas (SEKAMI Remaja).

Ikuti keseruan acaranya, yuk!

Homili-Mgr Paskalis Bruno Syukur
Foto Bersama

Day 1

Kegiatan dimulai dengan misa pembukaan dengan selebran utama Mgr. Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh RD. Markus Nur Widipranoto sebagai Direktur Nasional (Dirnas) Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia (BN-KKI), RD. Yosef Irianto Segu sebagai Direktur Diosesan (Dirdios) Karya Kepausan Indonesia dan Karya (KKI) Keuskupan Bogor, dan RD. Wolfgang Amadeus Mario Sara sebagai Wakil Ketua KKI. ”Animator adalah pelaku yang membangkitkan semangat. Animator mempunyai peran penting untuk membawa perubahan dan membimbing para anak dan remaja.” ucap Bapak Uskup dalam homilinya. Beliau sangat mendukung pelaksanaan SOMA karena hal ini merupakan langkah baik dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi anak dan remaja.

Sebelum berkat penutup, Dirdios Keuskupan Bogor yang biasa di sapa dengan Romo Segu menekankan bahwa anak dan remaja hendaknya dapat mengalami pengalaman iman akan Allah melalui kakak-kakak animators. Dirnas BN-KKI menyampaikan bahwa fokus pastoral pada anak dan remaja di Keuskupan Bogor ini diwujudkan dalam kegiatan SOMA ini. Romo Widi menyampaikan bahwa Istilah pendampingan BIA, BIR ataupun REKAT dirubah menjadi SEKAMI. Istilah SEKAMI sudah digunakan oleh beberapa Keuskupan di Indonesia agar membentuk suatu komunio yang internasional. Monsinyur Paskalis menerima usulan dari Romo Widi untuk pergantian BIA dan BIR menjadi SEKAMI.

Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang dibawakan oleh RD. Markus Nur Widiparnoto dengan materi yang membahas arah pendampingan iman anak dan remaja. Isi dari materi sesi tersebut, yaitu ”Hidup dalam Kristus; menjadi Katolik yang Cerdas-Tangguh-Gembira-Misioner. Maka dari itu, SEKAMI harus memiliki semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) di mana terdapat empat unsur utama, yaitu:

Fokus dari Pastoral Keuskupan Bogor tahun ini adalah anak-anak dan remaja karena jumlah mereka yang terbilang banyak. Bapak Uskup memberikan perhatian lewat kirab misi di mana anak-anak dan remaja nantinya diberikan kesempatan untuk berkarya dan mengeksplor diri mereka.

  1. Pengetahuan iman,
  2. Penghayatan tradisi/ kebiasaan Katolik,
  3. Pembinaan moral Katolik,
  4. Peningkatan keaktivan menggereja dan memasyarakat.
Sesi Oleh RD. Markus Nur Widiparnoto
Ice Breaking

Day 2

Kegiatan hari kedua diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin doleh RD .Wolfgang Amadeus Mario Sara sebagai selebran utama dengan didampingi oleh RD. Yosef Irianto Segu dan RD Markus Nur Widiparnoto. Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Mario, beliau menyampaikan bahwa kita semua dalam karya dan pelayannya punya porsinya masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Dirnas BN-KKI mengenai Misi dan Spiritualitas Misioner. Misioner berasal dari kata dasar “Misi” atau Mittere yang berarti pergi. Arti dari misi Kristiani sendiri berarti misi pergi ke luar dari suatu tempat ke tempat yang lain untuk mewartakan iman Kristiani. Sesi selanjutnya dibawakan oleh Dirdios KKI Keuskupan Bogor mengenai pastoral anak dan remaja di Keuskupan Bogor.

Dalam KKI Keuskupan Bogor, terdapat empat divisi, yaitu SEKAMI Anak, SEKAMI Remaja (TSOM), MAMEDO (katekese digital), dan animator (SOMA). Romo Segu mempunyai harapan agar setiap kegiatan SEKAMI tidak hanya diadakan animasi dan selebrasi, tetapi juga diadakan formasi misioner, seperti membuat refleksi. Romo Widi datang bersama dengan tim BN KKI, yaitu Kristofora Wiwi dan Antonius Turmudi Hartono.

Ice Breaking
Sesi oleh RD Yosef Irianto Segu

Sesi yang membahas ”Mengenal dunia anak dan remaja” dibawakan oleh Kristofora Wiwi, seorang Dosen Psikologi di Universitas Boromeus, dan anggota KKI Keuskupan Bandung. Salah satu insight penting yang harus diketahui adalah pendampingan anak usia dini adalah hal yang penting karena usia dini adalah masa perkenalan dalam pembelajaran dan menjadi usia yang baik untuk mendapatkan kesan positif untuk proses belajar di masa depan.

Sesi oleh Kak Wiwi
Sesi oleh Kak Anton

Para peserta acara ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu SEKAMI Anak dan SEKAMI Remaja di mana masing-masing animators-nya dibekali dengan berbagai bahan yang disesuaikan dengan target pendampingan yang di-transfer kepada para peserta. Kak Wiwi dan Pak Anton memberikan sharing tentang apa saja yang dapat digunakan sebagai/oleh para animator. Hal penting yang didiskusikan, yaitu perkembangan psikologis anak dan remaja, alat-alat peraga (animasi), dan berbagai metode belajar serta aktivitas (games, role play, dll). Di dalam kelompok, para peserta juga menyusun bahan ajar serta membuat praktik mengajar SEKAMI. Acara hari ini ditutup dengan doa rosario misioner.

Day 3

Di hari terakhir, peserta masih masuk ke dalam kelompok SEKAMI anak dan SEKAMI remaja untuk melakukan simulasi praktik. Praktik pembelajaran yang berbeda-beda disajikan menarik dan juga bermakna oleh setiap kelompok. Di akhir sesi simulasi, setiap kelompok diberikan saran dan masukan oleh para parasumber dengan harapan nantinya mereka dapat lebih baik dalam mengaplikasikan hal-hal yang telah dipraktikkan di paroki masing-masing.

Praktik SEKAMI anak
Praktik SEKAMI remaja

Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup oleh misa perutusan dengan selebran utama RD. Markus Nur Widiparnoto didampingi oleh RD. Yosef Irianto Segu. Para animator mengucapkan doa dan janji setia animator misioner pendamping SEKAMI Keuskupan Bogor saat perayaan ekaristi. Para peserta diingatkan kembali untuk membangun motivasi dasar sebagai animator, yaitu perjumpaan dengan Yesus melalui anak dan remaja yang didampingi dan juga ayat penutup.

“Barangsiapa melayani Aku, dia akan dihormati Bapa.”

Misa Perutusan dengan Konselbran
Doa dan Janji Setia Animator Misioner Pendamping SEKAMI Keuskupan Bogor

Artikel by Francisca Harumnung Tyas
Photo by Tim Panitia

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *