Berawalnya Masa Pertobatan

“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Hari Rabu Abu merupakan hari di mana umat Katolik mengawali masa puasa dan pantang. Mereka yang sudah genap berusia 18-60 tahun memiliki kewajiban untuk berpuasa. Melalui masa puasa dan pantang yang akan berjalan selama 40 hari lamanya, para umat Katolik diajak untuk mendalami karya keselamatan Tuhan Yesus. Rabu Abu merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian pekan suci. Abu yang dioles di dahi mempunyai makna sebaga lambang pertobatan.

Perayaan Rabu Abu di tahun 2024 bertepatan dengan Hari Kasih Sayang dan Pemilihan Umum. Di Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri, secara khusus, perayaan ekaristi dilaksanakan dua hari, yaitu hari Selasa dan Rabu. Dalam homilinya, RD. Alexander Ardhiyoga membacakan surat gembala dari Bapa Uskup mengenai masa prapaskah. Beliau juga mengatakan bahwa dengan menerima abu, kita diajak untuk merefleksikan kehidupan doa agar semangat kerohanian semakin bertumbuh dan berkembang. Kita juga diharapkan untuk semakin siap dalam menerima salib Kristus.

Dengan mulainya masa pertobatan yang dilambangkan dengan penerimaan abu di dahi, kita sebagai umat manusia kiranya semakin mendalami pengorbanan Yesus yang sangat besar. Marilah kita berjalan bersama dalam masa puasa dan pantang ini dengan rendah hati. Selamat menjalankan masa puasa dan pantang!

(Artikel dan photo by Komsos Vincentius – Mafa, Dinan, & Melan)

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *