Sosialisasi AAP 2023 : “Kita Diutus untuk Berdialog dan Bertoleransi”

Tanpa terasa tanggal 3 Desember 2023 nanti kita akan memasuki Masa Advent. Sama seperti tahun sebelumnya, pada Sabtu (11/11) bertempat di halaman samping gereja Paroki St. Vincentius a Paulo Gunung Putri telah dilakukan sosialisasi Aksi Adven Pembangunan (AAP). AAP tahun ini Gereja Keuskupan Bogor mengajak kita untuk menghayati tema “Kita Diutus untuk Berdialog dan Bertoleransi”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Pembangunan Sosial dan Ekonomi (PSE) bekerja sama dengan Seksi Kitab Suci yang dihadiri oleh Yustinus Hendro Wuarmanuk (Seksi Kitab Suci), Yohanes Baptista Ngadimin, dan perwakilan tiap lingkungan.

Sosialisasi diawali dengan doa pembuka oleh bapak Sarwoko dan dilanjutkan oleh bapak Ngadimin untuk menyampaikan sambutan mewakili RD. Alexander Ardhiyoga yang berhalangan hadir pada sosialisasi ini. Pada saat menyampaikan kata sambutan bapak Ngadimin berharap setiap pertemuan AAP tahun ini dapat melibatkan semua kalangan khususnya remaja dan anak-anak.

Rangkaian sosialisasi dilanjutkan dengan penyampaian gambaran umum terkait AAP yang disampaikan oleh bapak Yustinus. Pada saat pemaparan gambaran umum AAP, bapak Yustinus menyampaikan 2 kata kunci yaitu toleransi dan berdialog dimana hal ini sudah kita temui dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Bapak Yustinus mengatakan bahwa Keuskupan Bogor dalam AAP tahun ini menginginkan umatnya mempunyai pola pikir yang dulunya merasa bahwa kita ini minoritas dari suku yang kecil lalu terkadang suara kita tidak dianggap tetapi kita diminta untuk tetap membuka pintu dialog dan toleransi dengan umat beragama lain.

AAP terdiri atas tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama mengambil tema Perutusan dalam Ritus Penutup Perayaan Ekaristi, “Gereja diutus sebagai tanda dan sarana keselamatan”. Pertemuan kedua: Gereja yang Berdialog, “Gereja harus berdialog dengan penganut agama lain agar menjadi tanda dan sarana keselamatan”. Pertemuan Ketiga: Gereja yang Bertoleransi, “Gereja yang bertoleransi adalah gereja yang berdialog dengan penganut agama lain”.

Pasca pemaparan, rangkaian sosialisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa umat terlihat aktif bertanya dan membagi pengalaman seputar AAP di lingkungannya. Sosialisasi diakhiri dengan penyampaian kesimpulan.

(Artikel dan Foto by KOMSOS Vincentius)

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *