Pada hari Minggu, 10 April 2022 segenap umat Katolik di dunia berbondong-bondong memadati gereja dengan membawa daun palma. Kita merayakan peristiwa ini dengan istilah Minggu Palma yang diartikan sebagai peringatan masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum Ia disalibkan dan bangkit kembali. Daun palma yang dibawa akan diberkati oleh romo menggunakan wirug dan dupa (pendupaan) lalu diperciki dengan air suci . Setelah itu akan diambil satu persatu lalu biasanya akan diletakkan dibelakang kayu salib hingga mengering dan akan digunakan sebagai “abu” pada paskah di tahun berikutnya.

Perayaan ini biasanya diawali dengan perarakan masuk serta  melambai-lambaikan daun palma ke atas sambil menyanyikan lagu “Yerusalem Lihatlah Raja-Mu”, serta akan mendengarkan kisah sengsara yang diambil dari Injil Lukas . Kisah sengsara Minggu Palma akan berbeda maknanya dengan liturgi Jumat Agung. Dimana hari ini kita mendengarkan kisah sengsara Yesus Kristus dan mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus ke Yerusalem bukan untuk mengangkat betapa jayanya Kristus sang raja, melainkan sebagai awal peristiwa sengsara-Nya di kayu salib.

Dalam khotbahnya, Romo Alexander Ardhiyoga mengajak kita umat Santo Vincentius untuk tekun dan setia, bukan menjadi pengkhianat seperti Petrus yang setia, tetapi menyangkal. Injil Lukas mengajak kita agar senantiasa memperbaharui diri untuk lebih siap menyambut kebangkitan Tuhan.

(Artikel dan foto by Komsos Paroki Vincentius)

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *