Misa HUP ( Hari Ulang Tahun Perkawinan)

“Pasangan suami istri dalam Gereja Katolik selain harus mengasihi dengan hati tetapi juga harus memberi contoh atau teladan yang baik kepada putra putrinya, sehingga anak-anaknya mempunyai kenangan yang indah kenangan yang baik dalam hidupnya sedari anak masih kecil.” Demikian salah satu tema Homili RD Alexander Ardhiyoga, dalam Misa Hari Ulang Tahun Perkawinan yang baru pertama kali di laksanakan di Kapel Stasi Santo Vincentius Gunungputri Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor, Jumat 15 Oktober 2021).


Perayaan Ekaristi diikuti oleh puluhan pasangan suami istri, dari 9 Lingkungan di Stasi Santo Vincentius. Hadir juga ketua-ketua Lingkungan sebagai penanggung jawab bersama Koordinator Seksi Kerasulan Keluarga dari masing –masing Lingkungan. Serta dihadiri oleh pasutri-pasutri undangan dan sebagian umat Lingkungan Bonaventura juga team Koor dari Persekutuan Doa Pilar 22 . pada perayaan Ekaristi ini sedikit berbeda, dimasa pandemi selain jumlah umat yang hadir dibatasi, mengenakan masker adalah kewajiban saat ini. Yang menarik lagi pada momen ini dimana pasutri datang hanya berdua-dua saja tanpa membawa putra-putri mereka. Kental sekali nuansa romantis dari pasangan pasangan yang mengikuti misa kali ini.


Mengawali homilinya Romo Yoga, mengutip perkataan Paus Yohanes PaulusII, dalam perayaan pesta Emas Imamat beliau, “ Seminari pertama yang ia terima adalah dalam, Keluarga, yakni pendidikan bapak dan ibunya”, berikutnya mengutip perkataan Santo Agustinus, hakekat berkeluarga antara lain, untuk melanjutkan keturunan, untuk setia, dan mendidik keturunan yang Tuhan berikan, terlebih mendidik mereka dengan hati.Karena mendidik dengan hari akan direkam oleh anak-anak mereka, yakni contoh dengan saling memberkati dan saling memafkan jika ada kesalahan, itu adalah salah satu contoh mendidik dengan hati dari orang tua. Dengan begitu anak akan kelebihan cinta dari orang tua dan nantinya anak-anak akan membagikan kelebihan cinta kasih keluarga kepada sesamanya. Di akhir Homilinya Romo meneguhkan para pasutri bahwa dengan memperbaharui janji perkawinan, para pasutri telah memberikan, menghantar, dan mencicipi apa itu surga, dan umat menyahut amin secara bersama sama.


Setelah Homili Romo Yoga mengajak pasangan-pasangan yang hadir memperbaharui janji perkawinan yang pernah di ungkapkan dalam pemberkatan perkawinan mereka. Pasangan pasangan suami istri dengan dipandu oleh Romo mengucapkan janji perkawinan secara bergantian dimulai dari para suami dilankutkan oleh para Istri. Dan atas nama Gereja yang Kudus Romo meneguhkan pembaharuan perjanjian perkawinan para pasutri semua. Lagu Great thy faithfulness, yang di bawakan oleh koor Pilar dua-dua mengiringi prosesi berikutnya.


Diakhir perayaan sebelum berkat penutup, Romo Yoga memberi kesempatan Koordinator Seksi Kerasulan Keluarga yang diwakili oleh Pasutri Agus Ferry untuk memberi sambutan. Dalam sambutan nya Pasutri Agus Ferry bersyukur bahwa perayaan ekaristi dapat berjalan dengan baik dan mengucapkan selamat kepada pasutri pasutri yang baru saja memperbaharui janji penkawinannya. Juga tak lupa mereka berdua mengucapkan terima kasih pepada beberapa pihak hingga acara terlaksana dengan baik. Mulai ucapan terima kasih untuk Romo Alexander Ardhiyoga, para ketua Lingkungan,para ko. SKK lingkungan, Team Komsos, Teman OMK, juga pada Persekutuan Doa Pilar Dua Dua yang sudah membantu secara aktif dalam team koornya juga donasi yang sangat mendukung semaraknya acara perayaan Ekaristi hari ulang tahun perkawinan tersebut, dan tak lupa semua pihak yang dengan tulus ikhlas membantu kelancaran acara. Ada pula apresiasi untuk pasangan suami isteri yang telah 33 tahun menjalani hidup berkeluarga yaitu pasangan Bruno Simamora dan Lusia Sihotang dari lingkungan Bonifasius. Dan akhir dari rangkaian acara adalah momen foto bersama para pasutri-pasutri yang hadir dari tiap tiap wilayah, juga tamu undangan dan koordinator SKK lingkungan yang hadir.


Harapan dari acara misa HUP ini semoga semakin menguatkan janji perkawinan para pasutri di stasi sehingga kehadiran Tuhan dalam hidup perkawinan keluarga keluarga di stasi Santo Vincentius semakin dapat dihayati dan dirasakan dalam relasi pasangan suami dan istri.

Penulis : By: Agus Ferry, Ko. SKK Stasi

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *